Verse 1
Di bawah lampu kota Balikpapan,
langkah kecil tapi mimpi melesat perlahan,
bapak-bapak hobi balapan Tamiya,
tertawa lepas, lupa usia, lupa dunia.
Di meja kerja, di garasi rumah,
mainan plastik jadi kisah yang megah,
mini 4 WD bukan sekadar main,
di sana ada hati, ada rindu, ada yakin.
Roda berputar, angin pun bernyanyi,
lintasan panjang jadi tempat kembali,
satu sentuhan, satu harapan,
setiap putaran adalah perjuangan.
Pre-Chorus
Kalau jatuh, kita bangun lagi,
kalau gagal, kita coba lagi,
tak ada kalah yang berhenti di sini,
karena semangat lebih kuat dari besi.
Chorus
Kuro Squad, maju terus pantang menyerah,
satu tim, satu napas, satu langkah indah,
kerja sama, hati yang tak egois,
di lintasan hidup, kita tetap eksis.
Chasis patah, buat lagi,
klontang bunyi, tetap coba lagi,
pertemanan nomor satu selamanya,
Tamiya di hati, persaudaraan jiwanya.
Verse 2
Tak semua tentang cepat di garis akhir,
kadang yang paling berarti adalah hadir,
saling bantu saat mobil tak seimbang,
saling ingatkan saat ego datang menjelang.
Ada yang pegang alat, ada yang menatap,
ada yang diam tapi pikirannya tetap sigap,
bukan soal siapa paling hebat,
tapi siapa yang setia saat keadaan berat.
Kalau sasis retak di tengah malam,
tak ada keluh yang dibuat berlebihan,
dengan tangan kotor dan senyum sederhana,
kita rakit lagi, kita hidupkan harapan.
Pre-Chorus
Dan saat suara “klontang” itu terdengar,
bukan tanda selesai, bukan tanda gentar,
itu cuma isyarat buat bertahan,
buat mencoba dengan penuh keyakinan.
Chorus
Kuro Squad, maju terus pantang menyerah,
satu tim, satu napas, satu langkah indah,
kerja sama, hati yang tak egois,
di lintasan hidup, kita tetap eksis.
Chasis patah, buat lagi,
klontang bunyi, tetap coba lagi,
pertemanan nomor satu selamanya,
Tamiya di hati, persaudaraan jiwanya.
Bridge
Bukan cuma lomba, bukan cuma gaya,
ini cerita bapak-bapak yang masih percaya,
bahwa bahagia bisa sesederhana ini:
merakit mimpi dari plastik kecil di tangan sendiri.
Balikpapan jadi saksi perjalanan,
dari sore ke malam, dari tawa ke kemenangan,
tak perlu mewah untuk merasa hidup,
cukup satu tim yang membuat jiwa tetap utuh.
Final Chorus
Kuro Squad, maju terus pantang menyerah,
di setiap tikungan, kita tetap setia,
kerja sama, tak ada yang sendiri,
karena bersama, kita lebih berarti.
Chasis patah, buat lagi,
klontang bunyi, tetap coba lagi,
mainan plastik jadi simbol sejati,
pertemanan nomor satu, tak pernah terganti.
Outro
Balikpapan, dengar suara kami,
di lintasan kecil, hati ini berarti,
Tamiya bukan hanya soal laju,
tapi tentang kita yang tak pernah layu.